Surat Al Kahfi Ayat 1-10 dengan Tulisan Arab, Latin, dan Arti, Ini Keutamaan Membaca pada Hari Jumat

Inilah bacaan surat Al Kahfi ayat 1 10, dilengkapi dengan tulisan bahasa Arab, latin, dan arti bahasa Indonesia. Dalam artikel ini juga dilengkapi tiga keutamaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat. Surah Al Kahfi adalah surat ke 18 dalam Al Quran.

Surat Al Kahfi terdiri dari 110 ayat dan termasuk golongan surat surat Makkiyyah. Surat ini dinamai Al Kahfi dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni penghuni Gua. Surat Al Kahfi dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam, khususnya pada hari Jumat.

Menurut seorang penceramah, Akhmad Rusadi, ada beberapa keutamaan membaca surah Al Kahfi pada Jumat. Dikutip dari kalsel.kemenag.go.id, keutamaan membaca surat Al Kahfi adalah menangkal fitnah dajjal, mendapatkan ridho dari Allah, diampuni dosanya oleh Allah, dijaga dari gangguan setan, serta disinari cahaya kebaikan. "Karena pahala yang begitu besar dan keutamaan yang sangat banyak dari membaca serta mengamalkan surah Al Kahfi, maka sangat rugi bagi kita untuk tidak membaca serta mengamalkannya," kata dia.

Al ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al Qur'an) kepada hamba Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok; Qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun hu wa yubasysyiral mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik, Mākiṡīna fīhi abadā Mereka kekal di dalamnya untuk selama lamanya.

Wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak." Mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. Fa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal ḥadīṡi asafā Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an).

Innā ja'alnā mā 'alal arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya. Wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā

Dan Kami benar benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering. Am ḥasibta anna aṣ ḥābal kahfi war raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

Iż awal fityatu ilal kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā (Ingatlah) ketika pemuda pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami." Membaca Surat Al Kahfi bisa dilakukan pada malam Jumat atau hari Jumat.

Rasululullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan sejumlah sahabatnya menyebutkan sejumlah keutamaan bagi orang yang membaca Surat Al Kahfi tiap Jumat. مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ "Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at." (HR. An Nasa'i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami' no. 6470)

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ "Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka'bah." (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471) Di antara keutamaan surat Al Kahfi lainnya adalah jika sepuluh ayat pertama itu dihafal.

Bahkan dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa yang dihafal adalah sepuluh ayat terakhir. Apa keutamaannya? Dari Abu Darda' radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

"Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal." (HR. Muslim no. 809) Dalam riwayat lain disebutkan, "Dari akhir surat Al Kahfi." (HR. Muslim no. 809) Dalam hadits di atas, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama atau terakhir dari surat Al Kahfi, maka ia terlindungi dari Dajjal.

Imam Nawawi berkata, "Ada ulama yang mengatakan bahwa sebab mendapatkan keutamaan seperti itu adalah karena di awal surat Al Kahfi terdapat hal hal menakjubkan dan tanda kuasa Allah." Tentu saja siapa yang merenungkannya dengan benar, maka ia tidak akan terpengaruh dengan fitnah Dajjal. Begitu pula akhir surat Al Kahfi, mulai dari ayat:

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلًا "maka apakah orang orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba hamba Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang orang kafir.” (QS. Al Kahfi: 102) (Syarh Shahih Muslim, 6: 84) Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *