Ledakan Kilang Minyak Terdengar hingga Radius 6 Kilometer, Dikira Ban Truk Pecah

Suara ledakan yang terjadi saat Kilang Minyak milik PT. Pertamina (Persero) terbakar hebat pada Senin (29/3/2021) dini hari, terdengar hingga radius 6 Kilometer (km). Kesaksian, Daina Rahmadani (32) yang saat kejadian ledakan Kilang Minyak sedang menjalankan tugas di kantor, mendengar ledakan tersebut layaknya ban mobil truk yang pecah. Karena kata dia, lokasi kantornya berada persis di sisi jalan Soekarno Hatta yang kerap dilintasi pengendara serta merupakan ruas jalan protokol di Kabupaten Indramayu.

Diketahui, Kilang Minyak yang berlokasi di Desa Sukaurip, Blok Wisma Jati, Kecamatan Balongan, Indramayu, Jawa Barat meledak dahsyat, setelah sebelumnya mengeluarkan bau gas tidak sedap. Akibat ledakan itu, beberapa bangunan seperti kantor Polsek Balongan yang radius jaraknya 3 km dari lokasi ledakan mengalami kerusakan parah, akses pintu masuk Polsek runtuh disertai berjatuhannya papan pengumuman. Tidak hanya kantor Polsek, sebagian besar rumah warga di sekitaran lokasi ledakan juga mengalami kerusakan parah termasuk rumah Nana yang letaknya paling dekat dengan lokasi ledakan Kilang Minyak.

Kerusakan yang terjadi di rumah Nana sendiri mengalami kaca pecah, lantai terangkat, hingga atap rumah yang rubuh. Nana mengaku, saat keluarganya melakukan pengecekan akibat kerusakan, mereka tidak menyadari bahwa beberapa bagian atap rumahnya sudah runtuh. Jadi yang keluarganya sadari hanya bagian jendela dan beberapa kaca yang pecah akibat ledakan.

Hal itu dikarenakan, keluarga Nana baru saja mengganti rangka plafon yang membuat bagian atap rumah seakan tertutup rapih. Namun, saat wilayah Balongan diguyur hujan deras sejak, Selasa (30/3/2021) malam, seluruh ruangan di rumah Nana mengalami kebocoran parah, hingga membuat air menggenang di dalam rumahnya. "Pas semalem kan hujan ternyata genteng genteng rumahnya pecah jadi ambruk. Alhamdulillah nya plafon baru ganti, jadi masih ketahan, tapi bocor semua, kasur kasur basah semua," tuturnya sambil melihat atap rumah.

Oleh karenanya, Nana beserta keluarga merasakan trauma berat akibat kejadian ledakan dahsyat tersebut. Dia bahkan meminta PT. Pertamina (Persero) selaku pengelola Kilang minyak itu untuk bersedia membeli aset rumahnya. Pasalnya, mereka khawatir kejadian serupa kembali terjadi mengingat di kawasan tersebut dikelilingi tangki Kilang Minyak milik Pertamina.

"Pengennya kami gitu tanahnya diganti rugi aja semuanya di bayarin Pertamina dan kita bisa beli lagi yang baru, jauh jauh deh dari sini soalnya memang gak aman," tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *